Topologi Jaringan pada komunikasi VSAT
Thursday, August 27, 2009
Topologi Jaringan pada komunikasi VSAT
Topologi atau arsitektur jaringan menunjukan bagaimana node-node (dalam hal ini stasiun bumi) terkoneksi satu dengan yang lainnya. Ada beberapa topologi yang digunakan oleh VSAT dalam berkomunikasi, antara lain :
1. VSAT Link
Gambar VSAT Link
VSAT Link merupakan jenis komunikasi VSAT yang langsung (point to point) berhubungan antara dua buah stasiun bumi tanpa ada stasiun pusat sebagai pengontrol. VSAT Link sering di kenal dengan nama SCPC ( Single Channel Per Carrier), SCPC merupakan jasa komunikasi yang menyediakan sebuah kanal khusus untuk satu carrier sehingga dalam pelaksanaan komunikasi tidak terganggu oleh carrier yang lain. Dengan menggunakan SCPC tidak diperlukan adanya waktu tunggu untuk berkomunikasi sehingga kemudahan dalam komunikasi kapanpun diinginkan dapat dilakukan. Tetapi karena SCPC ini selalu dalam keadaan siap atau On, otomatis biaya yang di keluarkan cukup besar. Komponen VSAT ini terdiri dari unit Indoor dan unit Outdoor dimana untuk konfigurasinya berbeda dengan VSAT NET yang akan dijelaskan pada pembahasan berikutnya.
2. VSAT Net
Gambar VSAT Net
Jenis komunikasi VSAT Net dapat digunakan untuk berhubungan antara terminal VSAT (remote) yang satu ke Terminal VSAT yang lainnya dengan menggunakan stasiun pusat bumi atau di sebut stasiun HUB yang berfungsi sebagai pengendali jalannya komunikasi antar remote. Pada VSAT Net terdiri dari dua topologi yaitu topologi Mesh untuk komunikasi voice tanpa melalui HUB dan topologi Star untuk komunikasi data yang harus melalui HUB untuk menjaga keutuhan dan kebenaran data. Dilihat dari hal tersebut maka dalam melakukan komunikasi VSAT Net menggabungkan kedua topologi tersebut tidak secara terpisah dan langsung seperti VSAT Link melainkan harus melalui stasiun HUB. Transmisi dan penerimaan suatu remote yang mempunyai kekuatan rendah karena diameter antena yang kecil akan di transfer ke stasiun HUB yang memiliki kekuatan transmisi dan penerimaan yang besar untuk dikirim ke remote lain, sehingga dapat berkomunikasi.
Topologi atau arsitektur jaringan menunjukan bagaimana node-node (dalam hal ini stasiun bumi) terkoneksi satu dengan yang lainnya. Ada beberapa topologi yang digunakan oleh VSAT dalam berkomunikasi, antara lain :
1. VSAT Link
Gambar VSAT Link
VSAT Link merupakan jenis komunikasi VSAT yang langsung (point to point) berhubungan antara dua buah stasiun bumi tanpa ada stasiun pusat sebagai pengontrol. VSAT Link sering di kenal dengan nama SCPC ( Single Channel Per Carrier), SCPC merupakan jasa komunikasi yang menyediakan sebuah kanal khusus untuk satu carrier sehingga dalam pelaksanaan komunikasi tidak terganggu oleh carrier yang lain. Dengan menggunakan SCPC tidak diperlukan adanya waktu tunggu untuk berkomunikasi sehingga kemudahan dalam komunikasi kapanpun diinginkan dapat dilakukan. Tetapi karena SCPC ini selalu dalam keadaan siap atau On, otomatis biaya yang di keluarkan cukup besar. Komponen VSAT ini terdiri dari unit Indoor dan unit Outdoor dimana untuk konfigurasinya berbeda dengan VSAT NET yang akan dijelaskan pada pembahasan berikutnya.
2. VSAT Net
Gambar VSAT Net
Jenis komunikasi VSAT Net dapat digunakan untuk berhubungan antara terminal VSAT (remote) yang satu ke Terminal VSAT yang lainnya dengan menggunakan stasiun pusat bumi atau di sebut stasiun HUB yang berfungsi sebagai pengendali jalannya komunikasi antar remote. Pada VSAT Net terdiri dari dua topologi yaitu topologi Mesh untuk komunikasi voice tanpa melalui HUB dan topologi Star untuk komunikasi data yang harus melalui HUB untuk menjaga keutuhan dan kebenaran data. Dilihat dari hal tersebut maka dalam melakukan komunikasi VSAT Net menggabungkan kedua topologi tersebut tidak secara terpisah dan langsung seperti VSAT Link melainkan harus melalui stasiun HUB. Transmisi dan penerimaan suatu remote yang mempunyai kekuatan rendah karena diameter antena yang kecil akan di transfer ke stasiun HUB yang memiliki kekuatan transmisi dan penerimaan yang besar untuk dikirim ke remote lain, sehingga dapat berkomunikasi.
Topologi Jaringan pada komunikasi VSAT
Topologi Jaringan pada komunikasi VSAT
Topologi atau arsitektur jaringan menunjukan bagaimana node-node (dalam hal ini stasiun bumi) terkoneksi satu dengan yang lainnya. Ada beberapa topologi yang digunakan oleh VSAT dalam berkomunikasi, antara lain :
1. VSAT Link
Gambar VSAT Link
VSAT Link merupakan jenis komunikasi VSAT yang langsung (point to point) berhubungan antara dua buah stasiun bumi tanpa ada stasiun pusat sebagai pengontrol. VSAT Link sering di kenal dengan nama SCPC ( Single Channel Per Carrier), SCPC merupakan jasa komunikasi yang menyediakan sebuah kanal khusus untuk satu carrier sehingga dalam pelaksanaan komunikasi tidak terganggu oleh carrier yang lain. Dengan menggunakan SCPC tidak diperlukan adanya waktu tunggu untuk berkomunikasi sehingga kemudahan dalam komunikasi kapanpun diinginkan dapat dilakukan. Tetapi karena SCPC ini selalu dalam keadaan siap atau On, otomatis biaya yang di keluarkan cukup besar. Komponen VSAT ini terdiri dari unit Indoor dan unit Outdoor dimana untuk konfigurasinya berbeda dengan VSAT NET yang akan dijelaskan pada pembahasan berikutnya.
2. VSAT Net
Gambar VSAT Net
Jenis komunikasi VSAT Net dapat digunakan untuk berhubungan antara terminal VSAT (remote) yang satu ke Terminal VSAT yang lainnya dengan menggunakan stasiun pusat bumi atau di sebut stasiun HUB yang berfungsi sebagai pengendali jalannya komunikasi antar remote. Pada VSAT Net terdiri dari dua topologi yaitu topologi Mesh untuk komunikasi voice tanpa melalui HUB dan topologi Star untuk komunikasi data yang harus melalui HUB untuk menjaga keutuhan dan kebenaran data. Dilihat dari hal tersebut maka dalam melakukan komunikasi VSAT Net menggabungkan kedua topologi tersebut tidak secara terpisah dan langsung seperti VSAT Link melainkan harus melalui stasiun HUB. Transmisi dan penerimaan suatu remote yang mempunyai kekuatan rendah karena diameter antena yang kecil akan di transfer ke stasiun HUB yang memiliki kekuatan transmisi dan penerimaan yang besar untuk dikirim ke remote lain, sehingga dapat berkomunikasi.
Topologi atau arsitektur jaringan menunjukan bagaimana node-node (dalam hal ini stasiun bumi) terkoneksi satu dengan yang lainnya. Ada beberapa topologi yang digunakan oleh VSAT dalam berkomunikasi, antara lain :
1. VSAT Link
Gambar VSAT Link
VSAT Link merupakan jenis komunikasi VSAT yang langsung (point to point) berhubungan antara dua buah stasiun bumi tanpa ada stasiun pusat sebagai pengontrol. VSAT Link sering di kenal dengan nama SCPC ( Single Channel Per Carrier), SCPC merupakan jasa komunikasi yang menyediakan sebuah kanal khusus untuk satu carrier sehingga dalam pelaksanaan komunikasi tidak terganggu oleh carrier yang lain. Dengan menggunakan SCPC tidak diperlukan adanya waktu tunggu untuk berkomunikasi sehingga kemudahan dalam komunikasi kapanpun diinginkan dapat dilakukan. Tetapi karena SCPC ini selalu dalam keadaan siap atau On, otomatis biaya yang di keluarkan cukup besar. Komponen VSAT ini terdiri dari unit Indoor dan unit Outdoor dimana untuk konfigurasinya berbeda dengan VSAT NET yang akan dijelaskan pada pembahasan berikutnya.
2. VSAT Net
Gambar VSAT Net
Jenis komunikasi VSAT Net dapat digunakan untuk berhubungan antara terminal VSAT (remote) yang satu ke Terminal VSAT yang lainnya dengan menggunakan stasiun pusat bumi atau di sebut stasiun HUB yang berfungsi sebagai pengendali jalannya komunikasi antar remote. Pada VSAT Net terdiri dari dua topologi yaitu topologi Mesh untuk komunikasi voice tanpa melalui HUB dan topologi Star untuk komunikasi data yang harus melalui HUB untuk menjaga keutuhan dan kebenaran data. Dilihat dari hal tersebut maka dalam melakukan komunikasi VSAT Net menggabungkan kedua topologi tersebut tidak secara terpisah dan langsung seperti VSAT Link melainkan harus melalui stasiun HUB. Transmisi dan penerimaan suatu remote yang mempunyai kekuatan rendah karena diameter antena yang kecil akan di transfer ke stasiun HUB yang memiliki kekuatan transmisi dan penerimaan yang besar untuk dikirim ke remote lain, sehingga dapat berkomunikasi.
Pengertian Komunikasi Satelit
Pengertian Komunikasi Satelit
Komunikasi satelit merupakan salah satu cara berkomunikasi yang menggunakan satelit sebagai komponen utamanya. Dalam sistem komunikasi ini, satelit difungsikan sebagai repeater dan pembagi jalur komunikasi agar satelit tersebut dapat digunakan bersama-sama namun tidak ada data atau informasi yang bercampur.
Komunikasi yang menggunakan satelit mampu menjangkau daerah yang jauh dan terpencil, hal ini dikarenakan oleh letak satelit tersebut yang berada di luar angkasa dan berjarak ± 36.000 km di atas permukaan bumi, sehingga satelit dapat menyampaikan kembali data atau informasi dari suatu tempat ketempat yang lain dengan jarak yang sangat jauh sekali, namun masih di dalam jangkauan satelit tersebut. Negara kepulauan ataupun negara dengan daerah geografis yang berbukit-bukit seperti halnya dengan Indonesia, sangatlah cocok menggunakan satelit sebagai sarana atau media komunikasi.
Satelit itu sendiri merupakan sebuah stasiun relay yang diletakan pada ketinggian tertentu di atas permukaan bumi, sehingga satelit dapat menjangkau atau mencakup daerah luas bahkan daerah-daerah terpencil. Di angkasa, satelit akan bergerak mengelilingi bumi pada orbitnya. Hal ini menyebabkan satelit dapat tetap tinggal dan tidak jatuh adalah adanya gaya sentrifugal yang di hasilkan oleh pergerakan satelit mengelilingi bumi yang seimbang dengan gaya tarik yang disebabkan gravitasi bumi.
Komunikasi satelit merupakan salah satu cara berkomunikasi yang menggunakan satelit sebagai komponen utamanya. Dalam sistem komunikasi ini, satelit difungsikan sebagai repeater dan pembagi jalur komunikasi agar satelit tersebut dapat digunakan bersama-sama namun tidak ada data atau informasi yang bercampur.
Komunikasi yang menggunakan satelit mampu menjangkau daerah yang jauh dan terpencil, hal ini dikarenakan oleh letak satelit tersebut yang berada di luar angkasa dan berjarak ± 36.000 km di atas permukaan bumi, sehingga satelit dapat menyampaikan kembali data atau informasi dari suatu tempat ketempat yang lain dengan jarak yang sangat jauh sekali, namun masih di dalam jangkauan satelit tersebut. Negara kepulauan ataupun negara dengan daerah geografis yang berbukit-bukit seperti halnya dengan Indonesia, sangatlah cocok menggunakan satelit sebagai sarana atau media komunikasi.
Satelit itu sendiri merupakan sebuah stasiun relay yang diletakan pada ketinggian tertentu di atas permukaan bumi, sehingga satelit dapat menjangkau atau mencakup daerah luas bahkan daerah-daerah terpencil. Di angkasa, satelit akan bergerak mengelilingi bumi pada orbitnya. Hal ini menyebabkan satelit dapat tetap tinggal dan tidak jatuh adalah adanya gaya sentrifugal yang di hasilkan oleh pergerakan satelit mengelilingi bumi yang seimbang dengan gaya tarik yang disebabkan gravitasi bumi.
pengertian transpoder
Transponder
Transponder adalah suatu rangkaian yang terdiri atas rangkaian penerima sinyal, pengubah frekuensi (translator) dan rangkaian pemancar ulang dari sinyal tersebut. Transponder itu dapat bekerja dengan baik dengan bantuan subsistem antena.
Pada umumnya satelit komunikasi memiliki 24 transponder yang dibagi menjadi dua polarisasi yaitu horizontal dan vertikal. Besarnya bandwidth dari setiap transponder adalah 36 MHz dan guard band sebesar 2 x 2 MHz (kiri dan kanan).
Transponder inilah yang dijadikan jalur oleh stasiun bumi untuk transmit dan receive sinyal. Jadi dengan pembagian transponder itu setiap stasiun bumi tidak akan bertabrakan dalam memancarkan dan menerima sinyal dari satelit. Untuk lebih jelasnya fungsi dari transponder adalah sebagai berikut :
1. Menerima sinyal dari stasiun bumi.
2. Memperkuat sinyal, hal ini dilakukan karena sinyal dari bumi akan melemah setelah melalui transmisi angkasa yang jaraknya sangat jauh.
3. Mengubah frekuensi sinyal informasi dari stasiun bumi yang disebut Up Link menjadi frekuensi Down Link dari tiga jenis band. Namun range frekuensi yang umum dipakai dalam komunikasi satelit adalah C-band.
Transponder adalah suatu rangkaian yang terdiri atas rangkaian penerima sinyal, pengubah frekuensi (translator) dan rangkaian pemancar ulang dari sinyal tersebut. Transponder itu dapat bekerja dengan baik dengan bantuan subsistem antena.
Pada umumnya satelit komunikasi memiliki 24 transponder yang dibagi menjadi dua polarisasi yaitu horizontal dan vertikal. Besarnya bandwidth dari setiap transponder adalah 36 MHz dan guard band sebesar 2 x 2 MHz (kiri dan kanan).
Transponder inilah yang dijadikan jalur oleh stasiun bumi untuk transmit dan receive sinyal. Jadi dengan pembagian transponder itu setiap stasiun bumi tidak akan bertabrakan dalam memancarkan dan menerima sinyal dari satelit. Untuk lebih jelasnya fungsi dari transponder adalah sebagai berikut :
1. Menerima sinyal dari stasiun bumi.
2. Memperkuat sinyal, hal ini dilakukan karena sinyal dari bumi akan melemah setelah melalui transmisi angkasa yang jaraknya sangat jauh.
3. Mengubah frekuensi sinyal informasi dari stasiun bumi yang disebut Up Link menjadi frekuensi Down Link dari tiga jenis band. Namun range frekuensi yang umum dipakai dalam komunikasi satelit adalah C-band.
komunikasi vsat
KOMUNIKASI VSAT
VSAT merupakan singkatan dari Very Small Aperture Terminal adalah salah satu teknik komunikasi dengan menggunakan satelit sebagai penghubung antar komunikasinya, Pada awalnya VSAT merupakan sebuah merek dagang (trade mark) dari sebuah Stasiun Bumi Kecil (SBK) yang dipasarkan pada tahun 80-an oleh Telecom General di USA. Nama itu sukses menjadi nama umum yang mungkin datang dari gabungan hurup pertama V’, yang membentuk sebuah kata victorious’ yang mempunyai arti menang atau jaya , dan SAT’ yang didefinisikan sebagai connection’ atau hubungan dengan komunikasi satelit.
VSAT sendiri mempunyai arti terminal satelit dengan diameter antena yang kecil dalam suatu jaringan yang dihubungkan dengan Hub sistem atau tanpa Hub sistem. Pada umumnya VSAT diletakkan langsung di lokasi pengguna (user).
Teknologi VSAT merupakan solusi dengan cost efektif untuk hubungan jaringan komunikasi independent dengan jumlah besar, dengan site-site yang tersebar. VSAT menawarkan value added service berbasis satelit seperti internet, data, LAN, voice fax dan dapat menyediakan jaringan komunikasi private / public serta layanan multimedia untuk masa yang akan datang.
Konfigurasi Komunikasi VSAT
Konfigurasi sebuah satelit komunikasi pada umumnya terdiri atas beberapa subsistem, yaitu transponder, telemetri dan komando, kontrol posisi, subsistem antena, serta power supply sebagai sumber tegangan seluruh sistem.
VSAT merupakan singkatan dari Very Small Aperture Terminal adalah salah satu teknik komunikasi dengan menggunakan satelit sebagai penghubung antar komunikasinya, Pada awalnya VSAT merupakan sebuah merek dagang (trade mark) dari sebuah Stasiun Bumi Kecil (SBK) yang dipasarkan pada tahun 80-an oleh Telecom General di USA. Nama itu sukses menjadi nama umum yang mungkin datang dari gabungan hurup pertama V’, yang membentuk sebuah kata victorious’ yang mempunyai arti menang atau jaya , dan SAT’ yang didefinisikan sebagai connection’ atau hubungan dengan komunikasi satelit.
VSAT sendiri mempunyai arti terminal satelit dengan diameter antena yang kecil dalam suatu jaringan yang dihubungkan dengan Hub sistem atau tanpa Hub sistem. Pada umumnya VSAT diletakkan langsung di lokasi pengguna (user).
Teknologi VSAT merupakan solusi dengan cost efektif untuk hubungan jaringan komunikasi independent dengan jumlah besar, dengan site-site yang tersebar. VSAT menawarkan value added service berbasis satelit seperti internet, data, LAN, voice fax dan dapat menyediakan jaringan komunikasi private / public serta layanan multimedia untuk masa yang akan datang.
Konfigurasi Komunikasi VSAT
Konfigurasi sebuah satelit komunikasi pada umumnya terdiri atas beberapa subsistem, yaitu transponder, telemetri dan komando, kontrol posisi, subsistem antena, serta power supply sebagai sumber tegangan seluruh sistem.
Subscribe to:
Posts (Atom)


